Postingan

Green Hita

Refleksi Edu THG 2025

Gambar
Refleksi Kegiatan Tahun 2025 Forum Komunitas Lingkungan Kab. Buleleng Pemasangan Plang Stop Luutung Parade Stop Luutung & Stop Luubak Beach Clean Pantai Pemaron dan Doorprize Green Angket Edukasi #gersaplast di TK Widya Laksmi, TK Desa Panji Anom, TK Dewi Kumara Pembinaan Pengelolaan Sisaku di SDN 1 Tukadmungga Integrasi Green Hita Curriculum di SMPN 4 Tejakula Membantu perjuangan warga terdampak PLTD Pemaron #pltdpemaron Pembentukan DC 100 org Save Plastics Pilot project pembuatan kompos, 100 org Pelatihan ketrampilan SPA dan HK murid2 di SKB Pemaron Membantu anak-anak ekonomi kurang mampu diawal semester untuk uang pakaian Launching Gerakan 1000 Biosaver Planting Dooprize akhir tahun 2025 Semoga Ibu/Bpk berkenan berkontribusi agar kegiatan kami berlanjut Terima Hita Kasih Green

Hybrid Literasi AI Refleksi 2025

Laju perubahan teknologi yang semakin cepat mengubah peran para pemimpin pendidikan di seluruh dunia. Setelah pandemi COVID-19, pedagogi hibrida telah berevolusi dari solusi darurat menjadi model pembelajaran berkelanjutan yang memerlukan perencanaan strategis, inovasi pedagogi, dan dukungan kelembagaan. Pada saat yang sama, integrasi buatan menjadi cepat kecerdasan (AI) ke dalam lingkungan pendidikan menghadirkan peluang dan tantangan baru, yang memerlukan pemimpin untuk mengembangkan pengetahuan teknis dan kesadaran etis. Artikel ini mengeksplorasi dua hal besar tren yang membentuk kembali kepemimpinan pendidikan: pelembagaan pedagogi hibrida dan semakin pentingnya literasi AI bagi pendidik dan siswa. Berdasarkan penelitian terbaru, kebijakan kerangka kerja, dan studi kasus internasional, artikel ini mengkaji bagaimana tren ini memerlukan perubahan dalam praktik kepemimpinan menuju fleksibilitas, kesetaraan, dan kompetensi digital. Tema utama mencakup data- pengambilan keput...

Launching 1000 Biosaver

Gambar
Kontribusi Gerakan kepedulian terhadap lingkungan terus digencarkan melalui berbagai aksi nyata. Yayasan Taruna Hita Global (THG) meluncurkan Gerakan 1000 Biosaver yang dirangkaikan dengan peresmian kantin tanpa sampah plastik. Kegiatan tersebut dipusatkan di SMPN 4 Sukasada, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (17/12/2025). Peluncuran gerakan ramah lingkungan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., serta dihadiri sejumlah undangan dari berbagai unsur pendidikan dan pemerhati lingkungan. Ketua Yayasan Taruna Hita Global, I Made Budiyasa, menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembuatan biosaver dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah banjir, sekaligus menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah organik dan mengu...

THG BIOSAVER

Gambar
THG BIOSAVER THG BIOSAVER Lubang Sari / Biosaver/biopori diameter 15cm dalam 1 meter Volume air 14 liter anggap meresap 2x menyerap 28 liter Jika di halaman rumah punya 50 Biosaver/ biopori minimal jarak 1 meter. 28 L x 50 = 1400 L 1 mm curah hujan 1 are menampung air 100 L Asumsi dengan 1 are halaman dengan 50 biopori kita seperti punya luas tanah 14 are. Asumsi 1 Biosaver/Biopori biayanya Rp 10.000 dengan Biaya Rp 50.000 anda memiliki 5 Biosaver/Biopori dihalaman, 5 Biosaver ini setara dengan luas tanah 1 are

Apa itu Luutung Bali?

Gambar
Lutung merupakan kata yang sering dipakai dalam cerita rakyat Bali, yang artinya kera atau monyet. Salah satu judul cerita rakyat yang terkenal tempo dulu adalah I Lutung teken I Kekue ( Monyet dan Kura-kura). Generasi melenia dan Gen z mungkin nyaris tidak mengenal kata lutung untuk orang Bali. Kita tidak membahas ceritanya, tetapi plesetan kata menjadi Luu tung. Luu arti bahasa bali artinya sampah dan tung artinya lempar. Luu tung kita maknai melempar sampah sembarangan. Lutung (monyet) yang memcuri pisang memakan isinya dan melempar kulit sembarangan. Makna yang dimaksud adalah bagi orang yang membuang sampah sembarangan kita konotasikan menjadi Lutung atau monyet. Jika ada orang yang belum memahami untuk menjaga lingkungan, masih nyampah sembarangan artinya banyangan monyet (prilaku primitif) masih memguasai orang tersebut. Bukan orang sembarangan yang berkunjung di kawasan ini ... Karna tidak nyampah sembarangan Sebaliknya? Luu.. tung..🐵🙈🙉🙊🐒 ...

SIAP GHAIB

Gambar