Hybrid Literasi AI Refleksi 2025
Laju perubahan teknologi yang semakin cepat mengubah peran para pemimpin pendidikan
di seluruh dunia. Setelah pandemi COVID-19, pedagogi hibrida telah berevolusi dari
solusi darurat menjadi model pembelajaran berkelanjutan yang memerlukan perencanaan strategis,
inovasi pedagogi, dan dukungan kelembagaan. Pada saat yang sama, integrasi buatan menjadi cepat
kecerdasan (AI) ke dalam lingkungan pendidikan menghadirkan peluang dan tantangan baru, yang memerlukan
pemimpin untuk mengembangkan pengetahuan teknis dan kesadaran etis. Artikel ini mengeksplorasi dua hal besar
tren yang membentuk kembali kepemimpinan pendidikan: pelembagaan pedagogi hibrida dan
semakin pentingnya literasi AI bagi pendidik dan siswa. Berdasarkan penelitian terbaru, kebijakan
kerangka kerja, dan studi kasus internasional, artikel ini mengkaji bagaimana tren ini memerlukan perubahan
dalam praktik kepemimpinan menuju fleksibilitas, kesetaraan, dan kompetensi digital. Tema utama mencakup data-
pengambilan keputusan yang terinformasi, akses inklusif terhadap teknologi, dan pengembangan profesional untuk AI
integrasi. Artikel ini diakhiri dengan menguraikan prioritas strategis bagi para pemimpin pendidikan yang ingin mencapai tujuan tersebut
untuk membangun lingkungan pembelajaran yang responsif dan siap menghadapi masa depan. Hal ini termasuk mendorong inovasi,
memastikan kesetaraan digital, dan menciptakan budaya kelembagaan yang menyeimbangkan perubahan teknologi
nilai-nilai yang berpusat pada kemanusiaan.