Peradaban Dunia diujung Mata Manusia
Peradaban Maju
Berlandaskan Spiritual
Berlandaskan Spiritual
Harapan semua bangsa terletak pada kemajuan generasinya menguasai kopentensi dan memiliki karakter yang kuat dalam membangun peradaban umat manusia yang semakin maju. Tantangan kedepan semakin berat dan kompleks hanya dengan mempersiapkan generasi yang unggul dan maju yang mampu memecahkan berbagai permasalahan kedepan sehingga mampu mewujudkan cita-cita kehidupan bangsa yang sejahtera, makmur, aman dan sentosa.
Konsep
Tri Hita Karana di Bali sudah lama kita dengar, namun bangunan konsep
ini belum tertanam dengan baik dibenak kita. Selogan untuk pemanis sudah
sering kita dengar namun berlalu begitu saja bak hembusan angin hilang
entah kemana dari benak kita sebagian besar. Pembagian wilayah
lingkungan yang sangat arif dibuat ini merupakan kekuatan lokal (local
Genius) mungkin secara istilah jarang dimiliki pada suatu daerah.
Mengucapkan
sudah begitu pasih dari sebagian besar dari kita "Tri Hita Karana",
namun memaknai secara konsep dan melaksankannya mungkin kita semua
sadari tidak semudah membalik telapak tangan. Tantangan ini memerlukan
kecerdasan yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang (AQ), dengan
balutan kecerdasan intelektual (IQ) yang sudah meningkat pesat serta
kempuan atau kecerdasan mengelola emosional (EQ) niscaya kata tidak
mungkin, sudah lenyap sehingga bangunan piramid ini merupakan dasar
terbentuknya karakter manusia seutuhnya.
Penomena
yang sudah kelasik kita jumpai waktu dan biaya yang kita keluar dalam
hal pucak piramid (III) tidak tanggung kita keluar dan kita korbankan
dengan rasa tulus iklas (Tuli), sebuah yadnya tanpa mendengar pujian
ataupun sanjungan. Penomena yang tak kalah atraksi dengan berbagai
atribut yang kekinian atau moderen pada bagian tengah piramida (II)
yaitu hunungan antara manusia dengan manusia untuk tercapai hubungan
yang harmonis terwujud. Penomena di wilayah (I) yang paling bawah dari
piramida yang membuat geleng-geleng kepala sampai pusing tujuh keliling
bagi kita semua.
Jika ingin terbangun puncak piramid, hendaklah membangun dari bawah dengan kokoh ini sudah ilmu alam secara
filsafat untuk membuat bangunan puncak yang tinggi haruslah ditopang oleh
dasar yang memiliki pondasi kuat dan kokoh. Jika wilayah bawah piramid
terabaikan sangat mustahil untuk mewujukan bangungan piramid keatas.
Untuk ilustrasi jika seorang individu sudah memiliki dasar piramid (I)
Palemahan yakni hubungan manusia dengan lingkungan sudah baik dan benar,
sebagai contoh membuang sampah pada tempatnya dan bisa mengelola sampah
ramah lingkungan, melakukan penhijauan dan hal-hal positif terhadap
lingkungan, jika ditulis dalam point individu tersebut sudah punya point
satu. Point satu pada wilayah bawah membuat nilai pada wilayah (II)
Pawongan hubungan manusia dengan manusia mendapat point dua karna satu
tidak merugikan orang lain dan satu point membuat kenyaman hubungan
manunusia dengan manusia menjadi baik. Point wilayah tiga merupakan
akumulasi point wilayah (I) dan (II) dengan kata lain individu tersebut
sudah memiliki tiga point pada wilayah atas piramid (III).

